Subscribe:

Isnin, 10 Disember 2012

~* SUNNAH-SUNNAH YANG DI LUPAKAN ~*


♥ SUNNAH-SUNNAH YANG DI TINGGALKAN DAN DI LUPAKAN ♥

♥ SUNNAH adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik berupa PERKATAAN PERBUATAN ataupun PERSETUJUAN. Sunnah juga berarti sesua
tu yang pelakunya mendapat pahala bagi yang mengamalkan nya dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut :

♥ 1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepaskannya.

Diriwayatkan dari Imam Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan dan jika melepaskannya maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

♥ 2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu.

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat dan tidak ada yang selalu MEMELIHARA WUDHU' NYA kecuali seorang MUKMIN . (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

♥ 3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak).

Diriwayatkan dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah. (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa`i)

Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda : Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Bersiwak disunnahkan setiap saat tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu shalat membaca Al-Qur`an saat bau mulut berubah baik saat berpuasa ataupun tidak pagi maupun sore saat bangun tidur dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

♥ 4. Shalat Istikharah.

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata : Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami. (HR. Imam Al-Bukhari).

Oleh karena itu lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

♥ 5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim)

♥ 6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan.

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Jika kamu hendak tidur maka berwudhulah seperti hendak shalat kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah : Ya Allah ! Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada MU aku serahkan semua urusanku kepada MU aku lindungkan punggungku kepada MU karena cinta sekaligus takut kepada MU tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka) MU kecuali kepada MU daku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan Nabi yang Engkau utuskan. Jika engkau meninggal maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

♥ 7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan.

Diriwayatkan dari Imam Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu ia berkata bahawa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada maka beliau hanya meminum beberapa teguk air. (HR. Imam Ahmad Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi).

♥ 8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana.

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Sayyidina Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata : Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah. (HR. Imam Abu Dawud Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

♥ 9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`.

Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan seperti belajar mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat Isya` dan tidak suka begadang setelah shalat Isya`.

♥ 10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Jika kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak). (HR. Imam Muslim).

♥ 11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan Bersegera Menuju Shalat Serta berusaha Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

Diriwayatkan dari Imam Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

♥ 12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu.

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman : Dan jika dikatakan kepadamu Kembalilah! Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Adab meminta izin itu hanya tiga kali. Jika tidak diizinkan maka seseorang harus pergi (pulang ). (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

♥ 13. Mengibaskan Cadar ( Seprai ) Saat Hendak Tidur.

Diriwayatkan dari Imam Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :Jika kalian hendak tidur maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca : Maha Suci Engkau Ya Allah Rabbku denganMU aku merebahkan tubuhku dan denganMU pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku maka ampunkanlah ia dan jika Engkau melepaskannya maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba MU yang shalih. (HR. Imam Muslim)

♥ 14. Meruqyah Diri Dan Keluarga.

Diriwayatkan dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata : Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri karena tangan itu penuh berkah. (HR. Imam Al-Bukhari)

♥ 15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata : Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya baik itu baju serban selendang ataupun jubah kemudian beliau membaca : Ya Allah ! hanya milik MU semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian maka aku mohon kepada MU kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat dan aku berlindung kepadaMU dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat. (HR. Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

♥ 16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu ia menceritakan : Seorang laki-laki bertanya kepada Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik? Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab : Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan dari Imam Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan : Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua. (HR. Imam Muslim)

♥ 17. Berwudhu Sebelum mengangkat Hadas besar. (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu Anhu berkata : Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu lalu berwudhu seperti hendak shalat kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya lalu membasuh semua bagian tubuhnya. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

♥ 18. Membaca AAMIIN Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Imam Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Jika imam membaca AAMIIN maka kalian juga harus membaca AAMIIN karena barangsiapa yang bacaan AAMIIN nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu. (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan AAMIIN sehingga masjid bergemuruh.

♥ 19. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat.

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan : Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan : Mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan : Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka. (HR. Imam Al-Bukhari).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih tahmid dan takbir setelah shalat.

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah) tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

♥ 20. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunat.

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda : Ketika kalian hendak shalat maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan. (HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma ia berkata : Baginda Rasulullah menancapkan tombak di depannya lalu shalat di belakang tombak itu. (HR. Imam Al-Bukhari).

Sunnah ini sering diabaikan terutama saat melakukan shalat sunat.

Wahai saudaraku ! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi : Aku mendengar Sufyan berkata : Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.

Muslim bin Yasar mengatakan : Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ibnu Rajab menuturkan : Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun amal itu sangat kecil maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.

Ya Allah ! Jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah Rasul MU dan mengikuti jejaknya. Ya Allah! Kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersama Baginda di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sumber: Kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al-Qasim.

0 ulasan:

Catat Ulasan